Hanny Nurmalita: Mendorong Ekonomi Kreatif Lewat Peran Diskominfo Semarang
- 15 hours ago
- 3 min read

Diskominfo Kota Semarang tidak hanya berperan sebagai pengelola informasi pemerintahan, tetapi juga menjadi penggerak penting di balik tumbuhnya ekonomi kreatif kota. Melalui perannya di bidang media sosial, Hanny Nurmalita bersama timnya terus menghubungkan masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha lokal agar dapat tumbuh bersama lewat komunikasi yang inklusif dan kolaboratif.
Membangun Citra Kota Lewat Komunikasi Digital
Sebagai anggota tim media sosial Pemerintah Kota Semarang, Hanny menjelaskan bahwa perannya tidak terbatas pada penyebaran informasi resmi pemerintah saja. Diskominfo mengelola berbagai kanal komunikasi yang menjangkau masyarakat luas, mulai dari edukasi publik, promosi wisata, hingga dukungan untuk UMKM lokal.
“Kami tidak hanya mempublikasikan kegiatan kepala daerah, tapi juga semua aktivitas yang mencerminkan Semarang sebagai kota kreatif. Termasuk sekolah, kegiatan sosial, pariwisata, dan pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Pendekatan komunikasi digital ini menjadi strategi efektif dalam membangun citra kota yang aktif, terbuka, dan progresif. Setiap unggahan dan kampanye digital berperan dalam memperkuat narasi bahwa Semarang adalah kota yang terus berkembang dan penuh potensi.
Mendorong Ekonomi Kreatif dan Kolaborasi Komunitas
Dalam beberapa tahun terakhir, Semarang menunjukkan pertumbuhan signifikan di sektor ekonomi kreatif. Menurut Hanny, inisiatif masyarakat dan komunitas menjadi motor penggerak utama. Pemerintah hadir untuk memperkuat ekosistem tersebut agar lebih terarah dan berkelanjutan.
“Banyak ide yang tumbuh dari masyarakat, entah lewat komunitas wisata, seni, atau edukasi. Kami ingin membantu agar inisiatif-inisiatif ini bisa berkembang dengan dukungan promosi dan komunikasi yang lebih luas,” jelasnya.
Salah satu kebanggaan Diskominfo adalah dukungan terhadap kegiatan komunitas lokal seperti Kolektif Hysteria yang berhasil mengadakan pameran seni di Semarang. Bagi Hanny, momentum seperti ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan komunitas bisa menciptakan dampak nyata.
Diskominfo Sebagai Support System Pelaku Kreatif
Peran utama Diskominfo adalah menjadi support system bagi pelaku kreatif dan UMKM di Semarang. Melalui jaringan sosial media resmi dan berbagai kanal publikasi, tim Diskominfo membantu memperluas jangkauan promosi brand dan event komunitas.
“Kami ingin memastikan ekonomi kreatif di Semarang tidak berjalan sendiri. Pemerintah harus ikut mendorong, membantu menyebarkan informasi, dan memberikan ruang agar kegiatan bisa dikenal masyarakat,” tutur Hanny.
Salah satu inisiatif unggulan yang dijalankan adalah program “Ini Usahaku”, yang menyoroti kisah pelaku UMKM di Semarang. Program ini menghadirkan konten inspiratif tentang perjalanan bisnis, tantangan, dan inovasi yang dilakukan oleh pengusaha lokal. Melalui program ini, Diskominfo mempertemukan pelaku UMKM dengan publik yang lebih luas serta membuka peluang kolaborasi antar sektor.
Tantangan dan Evaluasi Program
Hanny mengakui bahwa tantangan terbesar bagi pemerintah adalah menyeimbangkan laju pertumbuhan ekonomi kreatif dengan kapasitas regulasi dan pendanaan. Pemerintah harus cermat memprioritaskan program yang berdampak luas tanpa menghambat inisiatif masyarakat.
“Harapannya, semua sektor bisa terfasilitasi. Tapi tentu kami perlu memverifikasi dan menentukan prioritas agar pelaksanaannya tepat sasaran,” ungkapnya.
Selain itu, setiap program yang dijalankan akan dievaluasi secara berkala. Partisipasi masyarakat, capaian kegiatan, hingga efektivitas komunikasi menjadi bahan pertimbangan untuk perencanaan tahun berikutnya.
Peran Diskominfo di Era Digital
Diskominfo memiliki peran strategis di bidang komunikasi, informasi, dan teknologi. Selain mengelola komunikasi antar dinas dan masyarakat, instansi ini juga berkoordinasi dengan BPS untuk penyediaan data statistik kota.
Di sisi infrastruktur, Diskominfo berfokus pada pengembangan jaringan internet dan penataan kabel optik untuk mendukung tampilan kota yang lebih estetik dan ramah wisata. “Kami ingin Semarang menjadi kota yang tidak hanya maju secara digital, tapi juga nyaman secara visual,” kata Hanny.
Selain itu, akses internet menjadi prioritas agar masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif bisa terhubung secara optimal. Saat ini, beberapa wilayah di Semarang sudah menikmati jaringan 5G sebagai hasil kerja sama dengan pemerintah pusat.
Cara Berkolaborasi dengan Diskominfo
Hanny menegaskan bahwa kolaborasi dengan Diskominfo sangat terbuka dan mudah. Masyarakat, komunitas, maupun pelaku usaha bisa menghubungi langsung melalui akun Instagram resmi @semarangpemkot atau datang ke kantor Diskominfo di Balai Kota Semarang.
“Lewat DM atau datang langsung, kami siap berdiskusi. Kami ingin setiap kolaborasi bisa berjalan dua arah dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Semarang: Kota Toleransi, Multikultur, dan Penuh Potensi
Ketika ditanya tentang apa yang paling khas dari Semarang, Hanny menjawab dengan bangga, “Aksen!” Menurutnya, dialek khas seperti “ik” dan “ya o” adalah bagian dari identitas yang tidak tergantikan.
Tiga kata yang paling menggambarkan Semarang bagi Hanny adalah Toleransi, Multikultur, dan Potensi. Ia melihat Semarang sebagai kota yang damai, beragam, dan kaya akan peluang—mulai dari fashion, kreatif, hingga perfilman. Bahkan, Diskominfo sedang menyiapkan program lomba film pendek bertema Lawang Sewu untuk mendorong kreator muda di bidang film.
Pesan untuk Pelaku Kreatif Semarang
“Yuk, bareng-bareng kita majukan Kota Semarang, terutama di bidang ekonomi kreatif. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Kami ingin tumbuh bersama dengan setiap pihak agar Semarang bisa menjadi pusat industri kreatif, bukan hanya di Jawa Tengah tapi juga di Indonesia,” tutup Hanny.
Tentang Creator Spotlight
Creator Spotlight adalah program dari Collabox Creative Hub yang menyoroti kreator, inovator, dan pelaku industri kreatif di Semarang dan sekitarnya. Melalui seri ini, Collabox memperkenalkan berbagai kisah inspiratif dari mereka yang berkontribusi membentuk wajah ekonomi kreatif Jawa Tengah.