top of page

Membangun Ekosistem Kreatif Semarang dari Nol Bersama Sooca Design

  • 22 jam yang lalu
  • 3 menit membaca

Seringkali kita berasumsi bahwa untuk sukses di industri kreatif, seorang desainer harus merantau ke ibu kota. Namun, obrolan di edisi Creator Spotlight kali ini mematahkan stigma tersebut. Kita kedatangan Mas Septiaji Pradana atau akrab disapa Mas Aji yang merupakan founder dari agensi Sooca Design.


​Sebagai salah satu mahasiswa lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan pertama di Semarang, perjalanan Mas Aji adalah representasi dari resiliensi dan visi jangka panjang. Sebuah diskusi menarik mengenai bagaimana Sooca Design bertahan dan bertumbuh.


​Menjembatani Seni dan Kacamata Bisnis


​Satu hal fundamental yang ditekankan oleh Mas Aji adalah bagaimana sebuah design agency harus beroperasi. Sooca Design memposisikan diri di persimpangan yang unik, yakni di antara bidang kreatif dan konsultan bisnis.


​Fokus utama mereka saat ini banyak berkutat pada ranah editorial dan pembuatan laporan perusahaan (report). Menurut kacamata Mas Aji, mendesain untuk kebutuhan profesional sangat berbeda dengan membuat karya seni murni yang hanya berfokus pada ekspresi individu sang seniman.


​"Desainer di ranah bisnis tidak hanya butuh ilmu DKV, tapi juga butuh ilmu bisnis. Karya kreatif yang kita hasilkan harus based on business dan disesuaikan dengan strategi komunikasi perusahaan."

​Merintis Jalan Saat Ekosistem Belum Ada


​Mundur ke tahun 2007, konsep keilmuan DKV di Semarang adalah hal yang sangat baru. Belum ada perusahaan lokal yang secara spesifik mencari tenaga lulusan DKV, dan apresiasi finansial terhadap karya desain masih sangat minim. Di masa itu, menawarkan jasa desain logo atau iklan di Semarang sering kali ditanggapi dengan permintaan agar dikerjakan secara gratis.


​Menghadapi situasi ekosistem kreatif yang nyaris nihil ini, Mas Aji tidak memilih untuk pergi mencari demand di Jakarta yang pasarnya sudah lebih mapan. Alih-alih menunggu ekosistem itu terbentuk dengan sendirinya, ia dan teman-teman satu angkatannya mulai membangun usaha secara mandiri.


​Berawal dari sekadar berkumpul dan mengerjakan project di rumah kontrakan teman, mereka perlahan membangun entitas legal. Perjalanan panjang ini membawa Sooca Design berpindah-pindah, dari menyewa rumah, menyulap garasi gudang menjadi ruang kerja, hingga kini akhirnya menetap di ruko yang jauh lebih memadai.


​"Dari awal saya kepengin menciptakan ekosistem di Semarang, agar kita bisa hidup di sini dan memberi lapangan kerja untuk junior-junior nanti, tetapi karya kita bisa dinikmati oleh pasar di luar kota."

Karya Lokal, Jangkauan Global


​Visi yang dibangun sejak masa kuliah tersebut perlahan terwujud. Di era digital saat ini, infrastruktur dan komunikasi yang serba cepat memungkinkan kreator dari kota mana pun untuk berkarya secara maksimal.


​Secara standar operasional, Sooca Design kini menangani banyak klien berskala nasional yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Bali, hingga Sulawesi. Tidak berhenti di situ, kualitas mereka juga dipercaya oleh berbagai klien internasional, mulai dari negara tetangga seperti Timor Leste dan Vietnam, hingga ke Jepang. Ini menjadi bukti nyata bahwa visi Mas Aji untuk "menginvasi dunia" perlahan namun pasti mulai terealisasi.


Fleksibilitas Ruang Kerja dan Kolaborasi Ekosistem


​Berbicara mengenai budaya operasional sehari-hari, Sooca Design mengadopsi sistem yang sangat adaptif. Meski memiliki kantor pusat (head office) di Semarang serta representasi marketing di Jakarta dan Surabaya, anggota tim diberi kebebasan untuk bekerja langsung dari kantor (onsite) maupun bekerja dari rumah (remote).


​Namun, Mas Aji tetap menggarisbawahi pentingnya sebuah titik kumpul fisik. Berkumpul di kantor atau di creative hub dinilai sangat vital untuk menjaga kesehatan mental para pekerja kreatif. Bertemu rekan kerja yang satu frekuensi, berbagi cerita, dan sekadar bercanda bersama adalah elemen krusial agar seorang freelancer atau desainer tidak merasa terisolasi.


Sebuah Pesan Untuk Kreator Muda


​Menutup percakapan, Mas Aji memberikan sebuah wejangan yang sangat membumi bagi para freelancer maupun pemilik agensi baru yang sedang merintis karier di Semarang:


​"Jangan menunggu sesuatu menjadi sempurna atau ideal. Kalau kamu merasa itu yang kamu inginkan, mulai dan cari saja dulu jalannya. Masalah berhasil atau tidak, biarkan waktu yang menjawab. Jangan pernah takut untuk bertumbuh dan berkolaborasi."

​Perjalanan Sooca Design membuktikan bahwa keterbatasan infrastruktur sebuah kota bukanlah garis finish bagi kreativitas. Jika ruang dan ekosistem itu belum ada, mungkin memang tugas kitalah untuk mulai menyusun batanya satu per satu.


Tentang Creator Spotlight


Creator Spotlight adalah program dari Collabox Creative Hub yang menyoroti kreator, inovator, dan pelaku industri kreatif di Semarang dan sekitarnya. Melalui sesi ini, Collabox memperkenalkan berbagai kisah inspiratif dari komunitas kreatif yang membentuk wajah ekonomi kreatif Jawa Tengah.


Sedang mencari ruang untuk berkarya dan berkolaborasi? 🌱


Bergabunglah dengan ekosistem Collabox Creative Hub. Dari Private Office hingga

Event Space, kami menyediakan infrastruktur agar ide kreatifmu bisa tumbuh dan berdampak!





Komentar


bottom of page