Menelusuri Arsip dan Rasa: Sejarah Toko "OEN"
- 1 hari yang lalu
- 4 menit membaca

Sembilan dekade bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah entitas bisnis kuliner untuk tetap tegak berdiri, terutama di tengah gempuran tren makanan modern yang silih berganti. Bangunan bergaya kolonial di Jalan Pemuda No. 52 (dahulu dikenal sebagai Jalan Bodjong), Semarang, menjadi saksi bisu bagaimana sebuah rasa dipertahankan melintasi empat generasi.
Dalam rangka merayakan AnniversaryĀ yang ke-90, tim Collabox Creative HubĀ mendapatkan kesempatan yang luar biasa untuk menilik kembali tentang sejarah dari Toko "OEN". Kami membuka lembaran arsip digital, menelusuri kliping surat kabar berbahasa Belanda dari tahun 1930-an, hingga membedah sejarah Toko "OEN"Ā di balik menu-menu yang menjadi terobosan di masanya.
Awal Mula: Dari Toko Kue Menjadi "Istana Es"

Berdasarkan riset arsip yang kami lakukan, sejarah Toko "OEN"Ā ternyata bermula jauh sebelum mereka menjejakkan kaki di kota Semarang. Jejak pertama ditemukan pada tahun 1910 di Yogyakarta. Saat itu, Oma Oen (Liem Gien Nio) membuka sebuah toko kue resep Belanda yang diberi nama sesuai dengan nama Oma dan Opa (Oen Tjoen Hok). Di kalangan orang Eropa, tempat ini sangat tenar dengan sebutan OENās Koekjeswinkel, yang artinya Toko Kukis Oen.
Pada tahun 1922, toko yang semula hanya menjual kue ini berkembang dengan tambahan aneka masakan resep Belanda, China, dan Indonesia. Kesuksesan ini mendorong Oma dan Opa berekspansi dengan membuka cabang di Batavia/Jakarta pada 1934, dan Malang pada 1936.

Di awal tahun 1935, Opa membeli sebuah gedung dengan fasilitas grill roomĀ di Jalan Bodjong nomor 52, Semarang. Saat pertama kali membuka pintu untuk pelanggan pada 4 Mei 1935, sejarah Toko "OEN" di Semarang mencatat sebuah rebrandingĀ yang berani. Mereka tidak lagi menyebut dirinya sebagai Koekjeswinkel, melainkan mendeklarasikan diri sebagai IjspaleisĀ atau Istana Es.
Penyematan nama "Istana Es" ini adalah sebuah simbol kemewahan. Mengapa demikian? Pada masa itu, es batu adalah barang yang sangat eksklusif. Sejak pertama kali masuk ke Indonesia pada kisaran tahun 1846, es harus diimpor jauh-jauh dari Boston, Amerika Serikat. Meski pabrik es lokal sudah ada sejak 1885, mesin pembuat es krim masih sangat mahal dan langka. Toko "OEN" adalah satu dari sedikit tempat yang mampu menghadirkan mesin tersebut, menjadikannya tempat pelesir paling bergengsi bagi kaum elit Belanda di Semarang. Pada 1936, operasional mereka semakin kuat dengan terbitnya izin usaha resmi dari Pemerintah Kotapraja Semarang.
Melintasi Empat Generasi dalam Sejarah Toko "OEN"
Bertahannya cabang Semarang selama sembilan dekade adalah sebuah prestasi sejarah yang luar biasa. Lantas, bagaimana sejarah Toko "OEN" bisa terus berlanjut sementara zaman terus berubah?
Jawabannya ada pada strategi pemasaran sejak era kolonial dan loyalitas keluarga yang sangat kuat. Pada surat kabar Algemeen Handelsblad voor NederlandschĀ tanggal 1 Mei 1935 menunjukkan betapa cerdasnya Toko "OEN" beriklan. Mereka mengumumkan pembukaan restoran dengan daya tarik musik dansa pada pukul 8 malam, sebuah tren hiburan yang sangat digemari kala itu.

Iklan-iklan mereka kerap memuat kalimat bergaya hidup yang menggoda, seperti: "Kemana Anda akan menghabiskan waktu dan bersenang-senang? Ke Toko "OEN" saja."Ā Reputasi mereka begitu bersinar hingga koran lokal De LocomotiefĀ kerap memuat ulasan liputannya. Baiknya reputasi ini bahkan membuat toko-toko lain di sekitarnya mencantumkan nama Toko "OEN" sebagai patokan alamat dalam iklan mereka agar lebih mudah ditemukan.
Dari tangan Opa Oen Tjoen Hok dan Oma Liem Gien Nio, pengelolaan berpindah ke generasi kedua, Oma Sien (Oen Liep Hwa). Kini, Ibu Jenny sebagai generasi ketiga telah mempersiapkan Alexander, Alexandy, dan Alexondo sebagai generasi keempat untuk memastikan nyala dapur legendaris ini tidak pernah padam. Sejarah Toko "OEN" Semarang bertahan melampaui cabang-cabang di kota lain karena kemampuan mereka menjaga relevansi tanpa mengorbankan identitas.
Melestarikan Sejarah Toko "OEN" Lewat Masakan
Kisah nostalgia tidak akan hidup tanpa resep otentik yang tak pernah berubah. Dalam merayakan ulang tahun ke-90 ini, sejarah Toko "OEN"Ā turut dirayakan lewat hidangan lintas zaman. Berikut adalah terobosan menu andalan yang resepnya dijaga ketat melintasi generasi:
Oma's Tomatensoep met Gehakt-Balletjes

Sebuah adaptasi brilian dari sup tomat Belanda. Oma memodifikasi tekstur kuah yang biasanya kental menjadi lebih cair dan ringan agar pas dengan selera lokal, namun tetap mempertahankan resep asli bola-bola daging (gehakt-balletjes) tradisional Belanda.
Huzarensla

Dikenal sebagai traditional Dutch potato salad. Di masa kolonial, hidangan ini sangat mewah dan sering disajikan saat selebrasi. Ciri khas HuzarenslaĀ milik Toko "OEN" adalah sentuhan nanas yang memberikan rasa manis segar yang unik.
Bestik Lidah Toko "OEN"

Ini adalah primadona sejati. Turunan dari Hollandse biefstuk, menu ini menggunakan lidah sapi yang diolah melalui tahapan ekstra panjang agar menghasilkan tekstur yang sangat empuk, menjadikannya salah satu menu paling istimewa.
Nasi Goreng Istimewa

Sebuah saksi bisu akulturasi budaya. Berakar dari resep keluarga Tionghoa, Oma Oen memberikan sentuhan rahasia Belanda dengan menambahkan roomboterĀ (butter) yang harum, menciptakan cita rasa nasi goreng yang lembut dan mewah.
Oen's Poffertjes-Ijs

Di balik kelezatannya, ada cerita unik yang kami temukan. Dahulu, pesanan cetakan poffertjesĀ yang datang dari luar negeri ternyata keliru, bulat membola seperti takoyaki, bukan pipih. Kesalahan sejarah ini justru dipertahankan dan menjadi bentuk ikonik poffertjesĀ Toko "OEN" yang dikenal hingga sekarang.
Jelajahi Sejarah di Pameran Toko "OEN"
Menuliskan hasil riset ini tentu tidak cukup untuk merangkum seluruh keajaiban nostalgia yang ada di dalamnya. Bagi Anda yang ingin kembali bernostalgia pada manisnya kenangan masa lalu, atau bagi generasi muda yang penasaran dengan jejak kuliner Dutch-Indies, ini adalah saat yang tepat.

Mari kunjungi pameran eksklusif peringatan 90 tahun Toko "OEN"!Ā Pameran yang merangkum rekam jejak perjalanan sejarah Toko "OEN"Ā ini digelar langsung di area restoran Toko "OEN", Jalan Pemuda, Semarang.
Saksikan dokumentasi foto keluarga lintas generasi, hingga arsip-arsip berharga yang membuktikan bagaimana restoran ini bertahan melewati ujian zaman. Rasakan atmosfer kolonialnya, dan pastikan Anda mencicipi deretan menu legendaris di atas persis di tempat di mana cerita itu pertama kali dimulai. Sampai jumpa di pameran Toko "OEN"!



Komentar