EMPU : Mencegah Perubahan Iklim Melalui Fesyen Berkelanjutan

Kita selalu terhenyak ketika berita banjir bandang dan kebakaran hutan terjadi. Namun, kita tidak mencoba memahami apa yang terjadi saat ini.


Atasan Jumputan karya Gracia Calista dengan bawahan tenun dari Lombok karya Nine Penenun pada peragaan busana di atas kapal, Tambak Lorok, Semarang.

Konfrensi PBB tentang Perubahan Iklim yang diadakan di Paris pada 2015, membuka mata dunia tentang betapa dunia fesyen menjadi polutan terganas sesudah minyak dan dampaknya pada lingkungan. Diperlukan sekitar 2.700 liter air untuk menghasilkan sepotong kaos oblong. Ini konsisten dengan riset yang dibuat oleh Rita Kant dan diterbitkan oleh Journal of Natural Science pada 2012 yang menunjukkan bahwa

industri fesyen